Rehat

“Rehat bukan berarti menyerah”

Di tengah tugas kuliah yang tidak ada habisnya, deadline yang datang bersamaan, presentasi, revisi, organisasi, sampai tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja, banyak mahasiswa akhirnya lupa untuk memberi waktu kepada dirinya sendiri. Padahal, rehat itu penting. Rehat bukan berarti malas, bukan juga tanda menyerah terhadap keadaan, tetapi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar tetap kuat menjalani kehidupan perkuliahan yang sering kali melelahkan. Banyak mahasiswa memaksakan diri untuk terus produktif setiap hari karena takut dianggap tertinggal. Akibatnya, mereka merasa capek secara fisik maupun mental, tetapi tetap memendam semuanya sendirian. Padahal, tidak ada salahnya berhenti sejenak untuk mengambil napas. Kadang, tubuh memang masih bisa berjalan, tetapi pikiran sudah terlalu penuh untuk diajak bertahan. Rehat bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti tidur lebih cukup, mendengarkan musik favorit, menonton film, berjalan sore, menikmati kopi sambil menenangkan pikiran, atau sekadar menjauh sebentar dari media sosial. Hal kecil seperti itu bisa membantu hati terasa lebih ringan dan membuat pikiran kembali tenang. Sebab pada akhirnya, manusia bukan robot yang harus terus bekerja tanpa henti. Kita semua punya batas, dan menghargai batas itu adalah hal yang sangat penting.

“Mahasiswa juga manusia. Bisa lelah, bisa kecewa, bisa ingin menyerah. Jadi, jika hari ini terasa berat, tidak apa-apa untuk rehat sejenak. Kamu tidak harus kuat setiap waktu.”

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Comments