Rehat

“Rehat sejenak, bahkan hati yang paling ceria pun bisa lelah.”

“Rehatlah, bahkan hati yang paling ceria pun bisa lelah karena terlalu lama berpura-pura kuat.”

Menjadi mahasiswa memang tidak semudah yang sering terlihat di media sosial. Di balik foto tugas yang selesai, nilai yang bagus, atau senyuman saat berkumpul dengan teman, banyak mahasiswa sebenarnya sedang berjuang dengan rasa lelah, overthinking, tekanan keluarga, masalah pertemanan, bahkan rasa takut tentang masa depan. Karena itu, rehat menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan, bukan sesuatu yang harus merasa bersalah ketika melakukannya. Memberikan waktu untuk diri sendiri justru membantu seseorang agar bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih sehat dan lebih siap. Saat seseorang terlalu memaksakan diri tanpa istirahat, biasanya emosi menjadi lebih tidak stabil, sulit fokus, mudah marah, dan kehilangan semangat untuk menjalani hari. Namun setelah rehat, hati biasanya terasa lebih lega dan pikiran menjadi lebih jernih untuk kembali melangkah. Tidak apa-apa jika hari ini kamu merasa lelah dengan dunia perkuliahan. Tidak apa-apa jika kamu belum bisa memenuhi semua ekspektasi orang lain. Kamu tetap berharga meskipun sedang berada di titik lelahmu. Jadi, kalau hidup terasa terlalu berat akhir-akhir ini, cobalah berhenti sebentar tanpa rasa bersalah. Rehatlah dengan tenang, karena diri kamu juga pantas untuk dipeluk, dipahami, dan diberi ruang untuk bernapas sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Di balik candaan seorang mahasiswa, ada pikiran yang diam-diam ingin tenang, ada hati yang lelah berpura-pura kuat, dan ada diri yang sebenarnya hanya ingin rehat sejenak dari semua tuntutan yang tidak pernah benar-benar selesai.”

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Comments